Darussalam, Rabu, 21 November 2012
(23.00 WIB)
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Senja
itu, aku Jatuh Cinta!
Ya, Jatuh Cinta. Untuk mu Palestina.
Sebuah perasaan luar biasa yang muncul secara seketika. Dan kalau boleh jujur, aku
sendiri juga tidak mampu mendefinisikan arti dari kata Cinta. Begitu luas,
begitu menyeluruh, begitu menyentuh! Bahkan, tahukah engkau palestina, Imam
sekaliber Ibn Al-Qayyim sampai mengatakan, “Cinta
tidak bisa didefinisikan dengan jelas, bahkan bila didefinisikan tidak
menghasilkan (sesuatu), melainkan menambah kabur dan tidak jelas”. Yang
pasti, Cinta yang aku rasakan ini bukan cinta-cinta biasa, melainkan cinta luar
biasa, Murni Estetika[1].
Palestina,
aku Jatuh Cinta.
Masih teringat jelas, senja itu tepat
hari Sabtu, 27 Desember 2008. Saat itu sebuah stasiun TV lokal memberitakan
terjadinya serangan besar-besaran oleh pihak Zionis Israel kepadamu. Ribuan
orang mengalami luka-luka, puluhan syuhada syahid, mengalirkan darah suci
mereka diatas tanahmu. Para wanita dan anak-anak tak berdosa pun juga ikut menjadi
korban kebrutalan mereka. Tangisan para keluarga yang kehilangan sanak
saudaranya, terdengar begitu menyesakkan dada. Tak cukup sampai disitu,
beringas nafsu Yahudi juga memblokade Mesjid Agung mu, Al Aqsa yang Mulia.
Sungguh, seketika darah yang mengalir dalam denyut nadi ini mendidih, aliran
Nafas memburu, emosi tak tertahankan meluap. Rasa tak terdefinisikan itu muncul, masuk dalam rongga hati terdalam,
Menghujam! Tak terbantahkan lagi, saya Jatuh Cinta, kepadamu palestina, kepada
para syuhadamu, kepada Al-Aqsamu, kepada rakyatmu yang terus berjuang
menegakkan benderamu.
Palestina,
aku Jatuh Cinta.
Bukan kepada orang lain, melainkan
kepadamu. Palestina, Bersabarlah disana. Kadang Allah menyembunyikan matahari,
ia ganti cahayanya dengan petir dan kilat yang mencekam. Kita
bertanya-bertanya, kemana hilangnya matahari? Bersabarlah Palestina. Sesungguhnya
pertolongan Allah sangatlah dekat. Bila kita mau bersabar, maka akan Ia ganti
petir dan kilat yang mencekam dengan pelangi yang begitu indah. Percayalah
Palestina, demi Dzat yang jiwa ku berada dalam genggaman Nya, sesungguhnya
Allah mencintai orang-orang yang bersabar.
Palestina,
aku Jatuh Cinta.
Sejak hari itu, hingga saat ini. Tahukah
engkau palestina, tak sekalipun terlewatkan dalam sujud kepada Nya, tak pernah
lupa terselipkan doa dan salam cintaku padamu, berharap engkau baik-baik saja.
Ku titipkan dirimu pada Dzat yang Maha Kuasa, Engkau aman berada dalam kuasa Nya.
Palestina,
aku Jatuh Cinta.
Mungkin aku bukan pecinta sejati, yang
rela mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk yang dicintainya. Yang dengan
berani terjun dalam medan perang, menghancurkan musuh-musuhmu, membelamu.
Benar! Aku belum seperti mereka. Tapi izinkan azzam ini, perasaan tak
terdefinisikan ini, juga surat
ini, menjadi bukti bahwa aku ingin seperti mereka. Melempari musuh-musuh mu
dengan batu, menghina musuh-musuh mu dengan berani, rela mati walau jasad tak
berbentuk lagi.
Palestina,
aku Jatuh Cinta.
Ya
Allah, Izinkan aku mati di Palestina, izinkan aku syahid bersama para syuhada,
izinkan aku berjuang bersama para Mujahiddin. Wahai Dzat yang jiwa ku berada
dalam genggaman Mu, Biarkan aku serang mereka Yahudi, biarkan aku hina mereka,
biarkan aku menghancurkan musuh-musuh Mu, biarkan aku membela agama Mu. Aku tak
mau menjadi hamba Mu yang tertipu oleh gemerlap dunia, aku tak mau menjadi
golongan Al-Wahn[2],
aku tak mau dilaknat oleh semut-semut karena enggan berjihad, aku tak mau jadi
Umat pengecut, yang buta akan nikmat duniawi, aku tak mau Ya Rabb.
Ya Ghaffuur, bebaskan hamba dari
belenggu nafsu yang mengajak pada kejahatan, bersihkan hati dan niat dari
segala keterikatan dengan nikmat duniawi, sampaikan salam cinta hamba pada para
syuhada di Palestina. Selipkan rasa takut dan cemas pada musuh-musuh Mu, Yahudi
Laknatullah. Berikan ketentraman, kesabaran, dan pertolongan pada rakyat
Palestina. Sampaikan pada mereka, bahwa kami Umat Islam selalu mendukung dan
berdoa pada Mereka. Sampaikan Ya Allah. Sesungguhnya hanya kepada engkau lah
kami berserah diri.
Palestina,
aku Jatuh Cinta.
Semoga Surat ini dapat menyembuhkan hatimu
yang luka. Memberi ketenangan dan semangat bagimu untuk terus berjuang membela
agama Allah. Palestina, ku titipkan engkau pada Dzat yang Maha Kuasa, yang
hanya dalam kekuasaan Nya lah engkau akan aman. Bersabarlah, dan teruslah
berjuang.
Innallaha Ma’ana....
Wassalamu’alaikum Wr.
Wb
Seorang
Hamba,
M.
Isnaini Ma’arif
